Sang Buddha bersabda : " Segala sesuatu yang berkondisi tidak kekal adanya. Apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat ini; maka ia akan merasa jemu dengan penderitaan. Inilah Jalan yang membawa pada kesucian." (Dhammapada , 277).
Sang Buddha mengajarkan, bahwa setiap keberadaan adalah tidak kekal karena tidak ada sesuatu baik itu internal ataupan eksternal yang kekal, stabil, tidak habis, membusuk, hancur, dan selalu sama. Segala sesuatu senantiasa berubah.
Ketidak-kekalan - Tanda Keberadaan Alam Semesta 1. Ketidak-kekalan [ Anitya-laksana/Anicca-lakkhana ] Sang Buddha bersabda : " Segala sesuatu yang berkondisi tidak kekal adanya.
Apabila dengan kebijaksanaan orang dapat melihat ini; maka ia akan merasa jemu
dengan penderitaan. Inilah Jalan yang membawa pada kesucian." ( Dhammapada , 277 ). Sang Buddha mengajarkan, bahwa setiap keberadaan adalah tidak kekal karena
tidak ada sesuatu baik itu internal ataupan eksternal yang kekal, stabil, tidak
habis, membusuk, hancur, dan selalu sama. Segala sesuatu senantiasa berubah.
Keberadaan seperti aliran air sungai atau nyala api lilin yang mana tidak
pernah selalu sama alirannya atau nyalanya. Kita akan menyadari bahwa nyala api
lilin itu timbul hanya sementara saja yang mana merupakan bentuk materi yang
tidak kekal adanya. Dalam nyala api tersebut kita dapat mengamati adanya lima
fenomena yang berkaitan dengan ketidak-kekalan yaitu, lahir (muncul), tumbuh,
berlangsung, lapuk dan mati (padam). Contoh lainnya tubuh kita terdiri dari daging, …