Pengantar untuk Hipersemiotika (Yasraf Amir Piliang)
Setelah lewat dari duapuluh tahunan sejak awal kehebohannya, istilah “posmodernisme”, sebagai terminologi, periodisasi ataupun isi gagasan, tetaplah problematis dan penuh kontroversi.
Pengantar untuk Hipersemiotika (Yasraf Amir Piliang)
Setelah lewat
dari duapuluh tahunan sejak awal kehebohannya, istilah “posmodernisme”, sebagai
terminologi, periodisasi ataupun isi gagasan, tetaplah problematis dan penuh
kontroversi. Namun, rupanya hal itu tak seberapa mengganggu perkembangan isu
dan substansi yang ditawarkannya. Kendati sebagai trend ia boleh jadi
sudah kadaluwarsa, dalam berbagai kemasan baru yang berbeda ternyata sebagai
substansi ia justru berkembang biak hingga hari ini, seperti sesuatu yang tak
terelakkan. Bahkan dari sudut ini, substansi posmodernisme sepertinya justru
baru lahir dan berkembang. Hampir di segala lini wacana, dari biologi, fisika,
politik, antropologi hingga teologi kini berhamburan kerangka-kerangka pikir
baru yang hanya bisa dimengerti bila kita memahami segala isu yang awalnya
dilemparkan oleh gejala posmodernisme. Untuk sekadar
mengingat kembali masalahnya, dalam memahami konsep posmodernisme kita memang
mudah terjebak kedalam berbagai kerancuan perspektif, terutama bila kita hendak
sangat n…