Harga terjangkau Vivo y27s selengkapnya👉

Siapakah Dakshayini? | 51 Tempat Situs Suci Dewi Sati

Konon, Dewa Siwa menarik tubuh Sati yang masih utuh dari api dan kemudian membawa tubuhnya berkeliling alam semesta karena kesedihannya
Siapakah Dakshayini? | 51 Tempat Situs Suci Dewi Sati
Dakshayini atau daksh-kanya artinya putri Prajapati daksha😊. Semua putri daksha Prajapati dikenal sebagai dakshayini.

Mata Sati juga dikenal sebagai dakshayini karena dia adalah putri Prajapati daksha. Mata Sati = Mata Parwati. Di kehidupan sebelumnya dewi Parvati adalah putri Prajapati Daksha. Dia adalah devi Sati. Jadi di sini Dakshayini terutama mengacu pada dewi Sati (kelahiran sebelumnya Dewi Parvati).

Kisah Dewi Sati

Sati adalah permaisuri pertama Dewa Siwa. Juga dikenal sebagai Dakshayani, dia adalah Dewi kebahagiaan perkawinan.

Brahma memerintahkan Sati untuk mengambil wujud manusia untuk mengabdikan dirinya demi menyenangkan Siwa. Sang Dewa mengambil sikap egois tanpa terikat pada urusan duniawi, tetapi Sati tidak akan goyah dalam usahanya.

Dia pun pergi ke hutan untuk mengikuti pertapaan Siwa. Singkat cerita, Siwa akhirnya menyetujui pernikahan tersebut. Pasangan itu tidak disukai oleh Daksha, calon mertua.

Beberapa waktu setelah pernikahan, Daksha mengadakan yajna besar. Semua Dewa diundang kecuali Dewa Siwa. Sati memaksa masuk untuk menghadiri upacara tersebut.

Sang ayah bersikap dingin dan menghinanya. Ini adalah luapan kebencian dari ketidaksukaan terhadap Siwa. Karena marah atas sikap dan mentalitas sang ayah, Sati menggunakan kekuatan yoganya dan membakar dirinya sendiri.

Siwa Mengasingkan Diri

Siwa Mengasingkan Diri karena sati
Konon, Dewa Siwa menarik tubuh Sati yang masih utuh dari api dan kemudian membawa tubuhnya berkeliling alam semesta karena kesedihannya. 

Wisnu akhirnya meredakan kesedihan ini. Ia menggunakan Cakra Sudarsha-nya untuk membelah tubuh Sati menjadi 51 bagian. Potongan-potongan itu jatuh ke bumi.

51 tempat suci tersebut dikenal sebagai Shakti Peethas, tempat potongan tubuh Sati mendarat. Ada beberapa catatan yang menyebutkan bahwa Siwa melakukan tarian Tandava-nya, di mana tubuh Sati terkoyak menjadi beberapa bagian. 

Setelah kejadian mengerikan ini, Dewa Siwa memaafkan semua orang, termasuk Daksha. Daksha menjadi pemuja Siwa selama sisa hidupnya.

Setelah itu, Siwa mengasingkan diri di sebuah gua gelap yang terkubur di antara puncak-puncak Himalaya yang tertutup salju. Sekali lagi ia menolak dunia luar karena begitu terpukulnya ia atas kehilangan cinta sejatinya yang pertama.

Sementara Siwa tenggelam dalam meditasi, para iblis yang dipimpin oleh Taraka bangkit dari dunia bawah dan mengusir para Dewa dan Dewa dari surga.

Para Dewa mencari seorang pejuang untuk merebut kembali alam surgawi. Sekali lagi Brahma memasuki adegan tersebut. Shakti lahir. “Aku akan melingkari Siwa, mengambil pengetahuan dan energinya untuk kebaikan dunia dan membuatnya menjadi ayah dari seorang anak,” katanya. Ini bukanlah jalan yang mudah. ​​Siwa bahkan tidak terhibur oleh panah Kama.

Tetapi Parvati tidak menyerah; dia melakukan tapa yang keras dan mengenakan pakaian sederhana hingga mendapatkan nama Aparna. Akhirnya dia meluluhkan hati Siwa dan mereka bermain dadu di Gunung Kailas. Om

Daftar 51 Shakti Peetha beserta nama dan bagian tubuh Dewi Sati

Kesedihan Siwa dan Tarian Penghancuran
Ketika Siwa mengetahui kematian Sati, ia sangat terpukul dan marah. Dalam kemarahannya, ia melakukan Tandava, tarian penghancuran, dan membawa tubuh Sati yang hangus di pundaknya. Hal ini menyebabkan kekacauan dan ketidakseimbangan di alam semesta.

Untuk menyelamatkan alam semesta dari murka Siwa, Dewa Wisnu menggunakan Sudarshana Chakra (cakram ilahi) untuk memotong tubuh Sati menjadi beberapa bagian.

Saat Siwa mengembara di alam semesta dalam kesedihan, potongan-potongan tubuh Sati jatuh ke bumi di berbagai lokasi, yang menjadi situs suci yang dikenal sebagai Shakti Peethas. Setiap situs diyakini sebagai tempat jatuhnya bagian tubuh Sati, perhiasannya, atau pakaiannya.

51 Tempat Situs Suci Shakti Peethas

Sri Wisnu memotong tubuhnya menjadi 52 bagian menggunakan Sudarshana Chakra-nya, yang jatuh ke Bumi untuk menjadi tempat-tempat suci di mana semua orang dapat memberi penghormatan kepada Dewi. Untuk menyelesaikan tugas yang sangat panjang ini, Dewa Siwa mengambil wujud Bhairava.

Situs suci ini tersebar di seluruh subkontinen India, masing-masing dikaitkan dengan bagian tubuh Sati tertentu dan merupakan manifestasi dari Dewi Shakti. Jumlah dan lokasi pasti dari Shakti Peetha dapat bervariasi dalam berbagai teks, tetapi berikut ini umumnya diterima sebagai 51 Shakti Peetha utama:
  1. Kuil Kalighat Kali - Kolkata, Benggala Barat (Jari Kaki Kanan)
  2. Kuil Kamakhya - Guwahati, Assam (Organ Kelamin)
  3. Kuil Vishalakshi - Varanasi, Uttar Pradesh (Anting)
  4. Kuil Taratarini - Brahmapur, Odisha (Payudara)
  5. Kuil Bimala - Puri, Odisha (Kaki)
  6. Kuil Kankalitala - Birbhum, Benggala Barat (Pelvis)
  7. Kuil Saptashrungi - Vani, Maharashtra (Lengan Kanan)
  8. Kuil Shondesh - Dekat Midnapore, Benggala Barat (Tulang)
  9. Kuil Jwalamukhi - Kangra, Himachal Pradesh (Lidah)
  10. Kuil Hinglaj Mata - Balochistan, Pakistan (Brahmarandhra - bagian kepala)
  11. Shrinagar Shakti Peeth - Shrinagar, Jammu dan Kashmir (Gelang Kaki)
  12. Kuil Naina Devi - Bilaspur, Himachal Pradesh (Mata)
  13. Kuil Katyayani - Vrindavan, Uttar Pradesh (Kembali)
  14. Kuil Chamundeshwari - Mysore, Karnataka (Rambut)
  15. Kuil Jogulamba - Alampur, Telangana (Gigi atas)
  16. Kuil Brahmaramba - Srisailam, Andhra Pradesh (Leher)
  17. Sugandha Shaktipeeth - Shikarpur, Bangladesh (Hidung)
  18. Karatal Shaktipeeth - Nepal (Tangan)
  19. Bahula Shaktipeeth - Ketugram, Benggala Barat (Lengan Kiri)
  20. Kalmadhava Shaktipeeth - Amarkantak, Madhya Pradesh (Lengan Kanan)
  21. Kuil Shakti - Karavpur, Maharashtra (Pergelangan Tangan Kiri)
  22. Shrinakshi Shaktipeeth - Dekat Karur, Tamil Nadu (Pipi)
  23. Vibhash Shaktipeeth - Tamluk, Benggala Barat (Pergelangan Kaki Kiri)
  24. Kuil Harshat Mata - Abhaneri, Rajasthan (Jari)
  25. Kuil Mahakali - Ujjain, Madhya Pradesh (Bibir Atas)
  26. Kuil Dakshina Kalika - Kalighat, Benggala Barat (Kaki Kanan)
  27. Kuil Chintpurni - Una, Himachal Pradesh (Kaki)
  28. Ramgiri Shaktipeeth - Chitrakoot, Uttar Pradesh (Payudara Kanan)
  29. Manibandh Shaktipeeth - Pushkar, Rajasthan (Pergelangan Tangan)
  30. Purnagiri Shaktipeeth - Purnagiri, Uttarakhand (Pusar)
  31. Kamgiri Shaktipeeth - Kamakhya, Assam (Organ Kelamin)
  32. Amarnath Shaktipeeth - Jammu dan Kashmir (Tenggorokan)
  33. Bahula Shaktipeeth - Benggala Barat (Lengan Kiri)
  34. Kuil Mangala Gauri - Gaya, Bihar (Payudara)
  35. Kuil Tripura Sundari - Udaipur, Tripura (Kaki Kanan)
  36. Katyayani Shaktipeeth - Vrindavan, Uttar Pradesh (Kembali)
  37. Kuil Lalita Devi - Allahabad, Uttar Pradesh (Jari)
  38. Kuil Bhadrakali - Kurukshetra, Haryana (Pergelangan Kaki)
  39. Kuil Mangalagauri - Gaya, Bihar (Payudara)
  40. Kuil Mahalakshmi - Kolhapur, Maharashtra (Mata)
  41. Kuil Vimala - Puri, Odisha (Kaki)
  42. Kuil Jogulamba - Alampur, Telangana (Gigi Atas)
  43. Sri Peethas - Berbagai lokasi (Berbagai bagian)
  44. Kuil Mahalakshmi - Kolhapur, Maharashtra (Mata)
  45. Kuil Ujjaini Mahakali - Hyderabad, Telangana (Lengan Kanan)
  46. Kuil Bhuvaneshwari - Guhagar, Maharashtra (Lengan Kiri)
  47. Kuil Kamakhya - Guwahati, Assam (Organ Kelamin)
  48. Kuil Shakambari - Sambhar, Rajasthan (Kepala)
  49. Kuil Chhinnamasta - Ramgarh, Jharkhand (Kepala)
  50. Kuil Ambaji - Gujarat (Hati)
  51. Kuil Saptashrungi - Vani, Maharashtra (Lengan Kanan)
Shakti Peetha ini dihormati sebagai situs spiritual yang ampuh di mana para pemuja dapat menyembah energi feminin ilahi dari Dewi Sati.

*Beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang...more q&a 👉

Mengapa dewa Siwa menangis untuk Sati?

Dewa Siwa menangisi Dewi Sati karena kematian tragis sang istri. Kesedihan Siwa sangat mendalam hingga beliau membawa jenazah Sati mengembara ke seluruh alam semesta, memicu kekacauan kosmik.

Apa yang dilakukan siwa ketika sati meninggal?

Saat Dewi Sati wafat, Dewa Siwa sangat berduka, mengamuk, dan meratap. Dalam kemarahan dan kesedihannya, Siwa melakukan tarian tandava dan beberapa tindakannya mengubah tatanan mitologi Hindu.

Apa kisah singkat tentang dewi sati?

Dalam mitologi Hindu, Sati adalah seorang dewi yang menikah dengan Dewa Siwa. Dalam mitos, ayah Sati tidak pernah menyetujui pernikahan tersebut dan membenci Siwa. Sati, dalam tindakan pemberontakan, membakar dirinya sebagai protes atas penghinaan ayahnya terhadap suaminya. Saat terbakar, Sati berdoa untuk dilahirkan kembali sebagai istri Siwa dan ia pun terlahir kembali sebagai Parvati.

Mengapa dewi parwati berubah menjadi mahakali?

Dewi Parwati berubah wujud menjadi Mahakali (atau Dewi Kali) karena kemarahan yang luar biasa saat menghadapi iblis (asura) yang mengancam alam semesta, atau atas permintaan Dewa Siwa sendiri untuk mengalahkan iblis yang tidak bisa dibunuh oleh dewa lain.

About the author

zaramozzoe
Halo semua apa kabar, panggil saja aku Zaramozzoe aku sangat suka sekali berbagi setitik kebahagian untuk kalian.jangan lupa follow ya .. 'just do it' :)blog yang aku kelola:- Zaramozzoe.store- Zaramozzoe- koreadramanews- viralterbaru- sepat…

Post a Comment